Jawaban:
Matahari perlahan naik setelah pagi jatuh dari langit.
D melirik jam tangannya dengan ekspresi pahit
lalu memaki dalam hati
O mestinya sudah tiba jam segini
untuk pergantian dinas.
Mata D memerah
karena lelah
rambutnya berantakan
wajahnya juga kusut
seperti tumpukan pakaian yang ogah disentuh setrika.
Untunglah D tidak perlu uring-uringan lebih lama
karena sekonyong-konyong O muncul di depan hidungnya.
"Kamu terlambat!" bentak D.
"Maaf, Kawan. Aku baru tiba dari Afrika. Karantinanya lama sekali," O tersenyum melas.
D pun menarik napas panjang
lalu menjelaskan posisi pekerjaan terakhir
sebelum diestafetkan ke O.
"Kemarin aku kewalahan karena orang-orang di sini sudah banyak yang vaksin. Tapi belakangan ini mereka mulai kendor lagi. Sudah jarang pakai masker. Mobilitas warganya juga meningkat. Pokoknya kamu kerja yang telaten. Good luck!" ucap D di akhir penjelasannya.
Sebelum berpamitan, mereka pun menukar papan nama di meja kerjanya.
Delta berganti Omicron
Penjelasan:
Semoga Bermanfaat!
Jawaban:
Matahari perlahan naik setelah pagi jatuh dari langit.
D melirik jam tangannya dengan ekspresi pahit
lalu memaku dalam hati
O mestinya sudah tiba jam segini untuk pergantian dinas
Mata D memerah
karena lelah
rambutnya berantakan
wajahnya juga kusut
seperti tumpukan pakaian yang ogah disentuh setrika.
Untunglah D tidak perlu uring - uringan lebih lama
karena sekonyong - konyong O muncul didepan hidungnya
"Kamu terlambat!" bentak D.
"Maaf ,kawan . Aku baru tiba dari Afrika . Karantinanya lama sekali , " O tersenyum melas.
D pun menarik napas panjang lalu menjelaskan posisi pekerjaan terakhir sebelum diestafetkan ke O.
"Kemarin aku kewalahan karena orang orang di sini sudah banyak yang vaksin. Tapi belakangan ini mereka mulai kendor lagi . Sudah jarang pakai masker. Mobilitas warganya juga meningkat. Pokoknya kamu kerja yang telaten. Good luck!" ucap D di akhir penjelasannya
sebelum berpamitan, mereka pun menukar papan nama di meja kerjanya. Delta berganti Omicron.
Penjelasan:
maaf kalo salah